Artikel Jurnal: Menurut Bahasa Mukjizat Berarti : menurut.id

Halo teman-teman, pada kesempatan ini kita akan membahas tentang kata “Mukjizat”. Kata ini sering kita dengar dalam dunia agama dan seringkali kita gunakan untuk menyebut kejadian luar biasa atau keajaiban yang terjadi di sekitar kita. Namun, apa sebenarnya arti dari kata “Mukjizat” menurut bahasa Indonesia? Mari kita bahas lebih dalam lagi dalam artikel ini.

Definisi Mukjizat

Pertama-tama, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kata “Mukjizat”. Secara harfiah, kata mukjizat berasal dari Bahasa Arab yaitu “Mu’jizah”. Mu’jizah artinya adalah sesuatu yang mampu menantang segala kemungkinan dan melampaui batas-batas kebiasaan, sehingga dapat dikatakan sebagai suatu keajaiban atau mukjizat.

Dalam agama, mukjizat sering kali diartikan sebagai suatu tanda atau bukti kekuasaan Allah SWT yang mampu menunjukkan keberadaan-Nya. Kita dapat menemukan banyak contoh mukjizat dalam berbagai agama, seperti mukjizat Nabi Musa AS yang dapat membelah lautan, atau mukjizat Nabi Isa AS yang dapat menghidupkan orang mati.

Namun, tidak hanya dalam agama saja, mukjizat juga dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika seseorang sembuh dari penyakit yang dianggap tidak mungkin sembuh, atau ketika seseorang sukses meraih cita-citanya meskipun banyak orang yang meragukannya.

Berapa banyak mukjizat dalam Islam?

Tidak ada jumlah pasti dari mukjizat yang terjadi dalam Islam. Namun, mukjizat terutama terjadi pada para nabi dan rasul dalam menegakkan agama Islam. Mukjizat termasuk miracle yaitu sesuatu kejadian luar biasa yang diperoleh dari Allah SWT dan tidak bisa ditiru oleh manusia. Mukjizat juga dapat terjadi pada orang awam, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai keajaiban. Namun, sebaiknya kita selalu mengingat bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah SWT.

Ciri-ciri Mukjizat

Terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur apakah suatu kejadian dapat dianggap sebagai mukjizat atau tidak. Berikut adalah beberapa ciri-ciri tersebut:

1. Melampaui batas-batas kemampuan manusia

Suatu kejadian dapat dianggap sebagai mukjizat apabila kejadian tersebut melampaui batas-batas kemampuan manusia. Misalnya, ketika air jernih keluar dari lubang yang ada di gurun pasir.

2. Konsistensi dengan aqidah (keyakinan)

Suatu kejadian juga harus konsisten dengan keyakinan atau aqidah yang dianut. Misalnya, mukjizat yang terjadi pada Nabi Ibrahim AS harus konsisten dengan keyakinan monoteisme yang dianut dalam agama Islam.

3. Konsistensi dengan sunnah

Suatu kejadian juga harus sejalan dengan sunnah (tuntunan) para nabi dan rasul dalam mengajarkan agama. Misalnya, mukjizat yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW harus sesuai dengan sunnah yang diajarkan oleh beliau.

4. Dapat dijadikan bukti

Mukjizat juga harus dapat dijadikan sebagai bukti kebenaran atau kekuasaan Allah SWT. Misalnya, mukjizat yang terjadi pada Nabi Musa AS yang dapat membelah lautan dapat dijadikan sebagai bukti bahwa Allah SWT memang benar-benar ada dan memiliki kekuasaan yang luar biasa.

Fungsi Mukjizat

Terakhir, kita akan membahas tentang fungsi dari mukjizat. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mukjizat sering kali dianggap sebagai bukti keberadaan Allah SWT. Namun, tidak hanya itu saja. Mukjizat juga memiliki beberapa fungsi lain, di antaranya:

1. Menegakkan kebenaran agama

Para nabi dan rasul sering kali diberikan mukjizat untuk menegakkan kebenaran agama yang mereka ajarkan. Dengan adanya mukjizat, orang-orang yang meragukan kebenaran ajaran tersebut dapat melihat dengan jelas bahwa ajaran tersebut memang benar-benar berasal dari Allah SWT.

2. Menguatkan keimanan

Bagi orang-orang yang telah mempercayai ajaran agama, mukjizat juga dapat digunakan untuk memperkuat keimanan mereka. Ketika seseorang melihat atau mengalami sendiri suatu mukjizat, maka keimanan mereka akan semakin kuat.

3. Membuka hati orang-orang yang ragu

Orang-orang yang meragukan kebenaran agama dapat dibuka hatinya melalui mukjizat. Ketika orang tersebut melihat suatu mukjizat yang tidak dapat diterangkan secara ilmiah, maka orang tersebut akan semakin tertarik dan ingin mencari tahu lebih lanjut tentang agama yang diwakilkan oleh nabi atau rasul yang diberikan mukjizat tersebut.

Kesimpulan

Demikianlah artikel jurnal tentang arti dari kata “Mukjizat” dalam bahasa Indonesia. Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang definisi mukjizat, ciri-ciri mukjizat, dan fungsi mukjizat. Semoga artikel ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang mukjizat dan dapat bermanfaat bagi kita semua.

Pertanyaan Jawaban
Apa arti dari kata “Mukjizat”? Mukjizat secara harfiah berasal dari Bahasa Arab yang artinya adalah sesuatu yang mampu menantang segala kemungkinan dan melampaui batas-batas kebiasaan, sehingga dapat dikatakan sebagai suatu keajaiban atau mukjizat.
Apa saja ciri-ciri dari mukjizat? Beberapa ciri-ciri mukjizat antara lain melampaui batas-batas kemampuan manusia, konsistensi dengan aqidah atau keyakinan, konsistensi dengan sunnah atau tuntunan para nabi dan rasul, dan dapat dijadikan bukti kebenaran atau kekuasaan Allah SWT.
Apa fungsi dari mukjizat? Beberapa fungsi mukjizat antara lain menegakkan kebenaran agama, memperkuat keimanan, dan membuka hati orang-orang yang ragu tentang kebenaran ajaran agama.

Sumber :